New Zealand ASEAN Scholarships (NZAS)

Apa itu New Zealand ASEAN Scholarships (NZAS)?

New Zealand ASEAN Scholarships atau yang biasa disingkat sebagai NZAS adalah beasiswa bergengsi untuk calon mahasiswa dari negara ASEAN yang ingin melanjutkan study di New Zealand. Melalui Ministry of Foreign Affairs and Trade (MFAT) New Zealand, beasiswa ini bertujuan untuk membentuk calon pemimpin berkualitas dengan dibekali pengetahuan dan kemampuan yang bermanfaat bagi negara asalnya.

Siapa saja kah yang bisa mendaftar beasiswa ini?

Pemerintah New Zealand menawarkan beasiswa ini kepada warga negara Indonesia (usia 23 – 39 tahun) setiap tahunnya untuk meneruskan ke jenjang S2 dan S3.

Calon applicant wajib berada di Indonesia selama minimal 2 tahun pada saat mendaftar. Jadi jika kita berencana apply S3 di tahun 2018, namun baru menyelesaikan study S2 nya di luar Indonesia tahun 2017, maka tidak diperbolehkan mendaftar.

Selain itu, yang unik dari beasiswa ini adalah kita harus kembali ke Indonesia setelah selesai masa studi dan memberikan kontribusi di Indonesia selama minimal 2 tahun.

Apakah ada quota? Berapa orang yang dipilih di Indonesia?

Pelamar di Indonesia mencapai 1500 orang dan hanya sekitar 50 – 60 orang yang diterima per tahun nya baik jenjang S2 maupun S3.

Bidang apa saja yang ditawarkan oleh NZAS?

Fokus utama mereka adalah renewable energy, agriculture development, disaster risk management, public sector management dan private sector development. Jadi besar kemungkinan keterimanya (walau tidak jaminan) bagi kalian yang mendaftar di bidang tersebut.

Apa saja yang di cover oleh beasiswa ini?

Cukup banyak biaya yang dicakup oleh beasiswa ini :

  • Biaya kuliah (tuition fee) dibayarkan langsung oleh MFAT kepada universitas tempat kita melanjutkan kuliah
  • Pada saat baru mendarat di New Zealand, kita akan dibukakan rekening oleh universitas, setelah itu mereka akan mengirimkan settlement allowance untuk membayar deposit apartement, membeli buku, peralatan makan, dan lain-lain untuk memulai hidup di sana.
  • Setelah dua minggu disana, kita akan dikirimkan living allowance yang dikirim setiap dua minggu sekali untuk biaya apartment mingguan, makan, dan transportasi dalam kota
  • Tiket pesawat berangkat dan pulang, ada pula reunion travel bagi mereka yang belajar lebih dari 2 tahun
  • Asuransi kesehatan
  • Pembuatan visa termasuk dengan medical check up nya dengan disertai butti pembayaran asli dan di reimburse sesampainya di New Zealand.
  • Biaya tes IELTS bagi mereka yang telah lolos interview namun belum punya hasil IELTS. Bagi yang sudah punya seperti saya, biaya tes sebelumnya yang saya ambil sendiri akan direimburse sesampainya di New Zealand dengan memberikan bukti pembayaran asli
  • English Language Training (bagi mereka yang telah lolos interview)

Bagi yang sudah berkeluarga, sayangnya beasiswa ini tidak memberikan allowance tambahan untuk anak dan pasangan tetapi bagi anak usia wajib sekolah (di atas 5 tahun) akan disekolahkan serta pasangan bisa mendaftar working visa atas biaya sendiri. Pasangan dan anak juga membeli tiket pesawat dengan biaya pribadi.

Jadi tidak perlu punya IELTS atau TOEFL dulu?

Iya tidak perlu kok, karena setelah lolos interview mereka akan mengundang kita untuk mengikuti tes yang akan dibayarkan oleh mereka. Syaratnya adalah nilai overall score harus lebih dari 6.5 dan tidak ada komponen yang score nya dibawah 6.0.

Tetapi pengalaman saya, karena saya sudah memiliki IELTS yang memenuhi maka tidak perlu mengikuti tes IELTS dan English Language Training lagi serta tergolong sebagai direct entry awardee. Untuk mengetahui dan mempelajari IELTS lebih lanjut, silakan klik di postingan saya ini.

Apakah perlu keterima dulu di kampusnya?

Kita tidak perlu memperoleh letter of acceptance (LoA) dari kampus tujuan karena mereka akan membantu mendaftarkannya. Pengalaman saya, dengan LoA yang sudah saya miliki saya lebih percaya diri pada saat interview.

Bagaimana cara mendapatkan LoA?

Terdapat 8 universitas di New Zealand yaitu University of Auckland, Massey University, Auckland University of Technology (AUT), Lincoln University, University of Otago, University of Waikato, University of Canterbury dan Victoria University of Wellington.

Caranya cukup mudah, pertama kalian masuk ke dalam website kampus tujuan lalu cari jurusan yang anda inginkan. Setelah itu, perhatikan baik-baik daftar mata kuliah apakah sudah sesuai yang diinginkan lalu lihat persyaratan lainnya seperti dokumen yang dibutuhkan.

Waktu itu, saya mendaftar Master of Energy University of Auckland dengan mengisi data diri, menyertakan nilai IELTS, ijazah dan transcript yang sudah di translate serta CV. Setelah itu tunggu sampai mendapat LoA yang bentuknya seperti ini dalam bentuk pdf, nah dokumen ini bisa kalian masukkan pada saat apply NZAS.

LoA

Untuk cara mentranslate document bisa di cek pengalaman saya disini.

Lalu bagaimana cara mendaftar beasiswanya?

Proses pendaftaran beasiswa ini dilakukan secara online melalui website ini, kemudian ikuti step-stepnya. Selalu ingat baik-baik user name dan password nya yaa!

Setelah login, kita akan diminta untuk mengisi data diri, maksimal 3 pengalaman bekerja yang relevant, maksimal 2 pilihan kampus tujuan serta beberapa pertanyaan seperti : kemampuan dan pengalaman apa yang diharapkan dari proposed study, kontribusi seperti apa kepada home country, lalu pertanyaan mengenai relationship management dan self drive untuk mengenal lebih lanjut pribadi pelamar.

Jangan lupa siapkan dokumen pendukung seperti ijazah dan transkrip yang sudah di translate, IELTS (jika ada), LoA (jika ada)

Kapan beasiswa ini dibuka?

Untuk tahun 2018, beasiswa ini akan dibuka pada tanggal 1 February dan tutup sekitar pertengahan bulan Maret waktu Wellington. Saran saya, submit lah sekitar 10 hari sebelum deadline dengan mengurangi resiko lemot atau down karena biasanya banyak applicant yang mendaftar mepet-mepet hari H.

Setelah mendaftar lalu apa lagi tes selanjutnya?

Cerita sedikit, sekitar bulan April, muncul email dalam inbox saya yang memberi tahu bahwa saya lolos screening stage dan masuk ke dalam long list mereka. Ini artinya, aplikasi saya akan di review lebih dalam sebelum masuk ke dalam short list mereka.

Pada tanggal 30 May, tepat sebelum Dzuhur saya ditelp oleh Mba Biri dari PT Scope Global Nusantara, yaitu perusahaan yang dikontrak oleh MFAT untuk memfasilitasi proses seleksi beasiswa. Mba Riri mengatakan bahwa saya lolos ke dalam short list mereka dan menanyakan apakah saya bersedia untuk interview pada tanggal 6 Juni. Alhamdulillah, berkah di bulan Ramadan!

Singkat cerita saya mengiyakan dan bersiap mengumpulkan dokumen yang diperlukan pada saat hari H.

Dokumen dan pertanyaan apa saja yang ditanyakan pada saat interview?

Saya diminta untuk membawa copy ijazah dan transkrip yang sudah di legalisir, copy IELTS (jika ada), copy passport dan detail pemberi rekomendasi (supervisor di tempat bekerja)

Interview berjalan selama kurang lebih 40 menit dengan 3 interviewer dari pihak MFAT, PT Scope Global dan New Zealand immigration. Yang dipertanyakan kurang lebih mengenai program dan kampus yang dituju dan apa relevasinya dengan development di Indonesia. Mereka tentu saja ingin mengetahui mengenai tujuan, kualifikasi, pengalaman, readiness, kontribusi ke negara, dan kemampuan berkomunikasi kita.

Lalu setelah saya dinyatakan lolos interview, apa yang harus saya lakukan?

Sekitar bulan Juli, saya mendapat email kembali bahwa saya lolos interview dan lanjut ke tes IELTS, alhamdulillah. Karena saya sudah mempunyai IELTS, maka saya tidak perlu mengikuti tes tersebut, alhamdulillah (lagi) sehingga saya tinggal menunggu sampai pengumuman selanjutnya.

Bagaimana jika saya diminta mengikuti tes IELTS?

Jika kalian belum memiliki IELTS score, maka kalian wajib mengikuti tes yang akan disediakan oleh pihak pemberi beasiswa, secara gratis tentu saja.

Lalu jika sudah?

Tanggal 29 September pagi, tepat ketika saya sedang mendengarkan safety meeting di tempat saya bekerja, saya menerima email yang menyatakan bahwa saya terpilih menjadi Preferred Candidate.

preferred candidate

Preferred Candidate artinya adalah kita terpilih menjadi kandidat utama beasiswa ini. Sedangkan Reserve Candidate artinya kita dalam waiting list mereka apabila Preferred Candidate menolak atau tidak diterima di kampus tujuan. Declined Candidate berarti mereka yang belum beruntung mendapat beasiswa ini.

Setelah itu, mereka akan mendaftarkan kita ke dalam kampus pilihan kita. Alhamdulillah, saya sudah menerima LoA dari University of Auckland sebelumnya sehingga pada tanggal 19 October saya menerima Letter of Offering atau surat kontrak dari New Zealand Scholarship :’)

offer letter

Terus? Terus? 

Naah, setelah saya membaca surat tersebut dengan seksama dan menandatangani secara online, saya diminta untuk segera apply visa

Bagaimana cara apply student visa? Apa saja yang perlu saya siapkan?

Untuk bagaimana cara apply student visa, akan saya tulis di postingan selanjutnya yaaa…

Sambil menunggu visa, apakah saya bisa mencari akomodasi disana? Bagaimana caranya?

Betul, sambil menunggu visa, kita bisa mulai mencari akomodasi sendiri. International Officer dari universitas akan membantu kita dengan memberi pilihan akomodasi, di cek baik-baik yaa, tidak harus diterima kok.

Ada beberapa macam akomodasi, yang pertama adalah akomodasi dari kampus (baik yang disediakan makanan atau yang masak sendiri). Silakan kunjungi website kampus masing-masing, untuk di University of Auckland silakan cek disini.

Selain itu, ada juga flatting, apa itu flatting? Flatting itu adalah tinggal di apartment biasa yang bukan dari kampus. Caranya bisa mencari di TradeMe sebuah website yang bisa digunakan untuk mencari apartment for rent atau langsung mencari flat mates. Tidak enaknya, saat sign up kita harus memasukkan lokasi kita di New Zealand serta tidak bisa melihat langsung karena kita berada di Indonesia. Saran dari alumni kebanyakan adalah pada awal kita datang kita memesan AirBnB terlebih dahulu sambil viewing ke apartment-apartment yang kita mau, janjian dahulu dengan calon flat mates atau nomor yang tertera di TradeMe.

Rajin-rajin juga mengecek Facebook PPI wilayah masing-masing karena banyak yang suka memposting info mengenai akomodasi.

Bagaimana dengan ticket?

International Officer dari kampus dengan senang hati akan memesankan kita ticket pesawat setelah kita mengirimkan copy passport dan visa.

Apa yang bisa saya lakukan sebelum berangkat?

Di bulan Desember, pihak New Zealand akan memberikan pre-departure briefing dan alumni gathering. Disini, New Zealand Ambassador akan datang dan memberikan selamat kepada kalian. Selain itu, kalian akan diberi info bagaimana membuka rekening disana, bertemu alumni-alumni, dan melakukan sesi tanya jawab seputar beasiswa, asuransi dan lain-lain

IMG_20171214_201935
with Dr Trevor Matheson, New Zealand Ambassador

Setelah itu?

Hehehe baru sampai situ saja yang bisa saya share, insya Allah saya akan bercerita lebih lanjut mengenai living dan studying di New Zealand, terutama Auckland setibanya saya disana. Semoga postingan ini membantu kalian yang akan apply di 2018 nanti. Mohon doanya yaa agar kuliah saya bisa lancar. Good luck guys 🙂

Advertisements

13 thoughts on “New Zealand ASEAN Scholarships (NZAS)

  1. Pingback: Scholarship Interview – Fikha Fininda

  2. Avty

    Keren fikha infonya bikin mupeng. Banyak yg belom tau ttg ini. Thanks for this useful info, for sure i’ll pass this to everyone.
    Keep blogging!

    Like

  3. Alhamdulillah, Semangat saya membara lagi buat apply NZAS. Congrats ya kak, semoga lancar study nya. Doakan saya menyusul di Otago University Master of Planning tahun depan (masih ada kontrak kerja soalnya tahun ini hehe). Rasa didada ini jadi ikut gemetar dan ngebet pengen cepet cepat kesana. NZAS I’m coming

    Like

  4. Gloria Silvia Pangestu

    Hi Ka Fikha, aku tau blog ini dari mba avti.. dia cerita temennya ada yang awardee NZAS.
    Saat ini aku lagi proses susun essay untuk NZAS dan butuh ada orang yang berpengalaman untuk memberi masukan.. apakah berkenan untuk mereview dan memberikan masukkan nya?
    NZAS 2018 deadline di tanggal 14 mar 2018.
    Thank you so much.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s