IELTS

Bagi kalian yang ingin melanjutkan kuliah atau mendaftar beasiswa keluar negeri, pasti membutuhkan IELTS sebagai salah satu persyaratannya. Biasanya IELTS ini untuk menguji kemampuan berbahasa orang – orang dari negara yang tidak memakai bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, seperti Indonesia.

IELTS itu apa sih?

IELTS adalah singkatan dari International English Language Test System. Mudahnya, IELTS adalah suatu tes untuk menguji kemampuan berbahasa Inggris dalam 4 (empat) aspek yaitu listening, reading, writing dan speaking dengan dibuktikan melalui score yang tertera dalam Test Report Form (TRF).

Lalu apa bedanya IELTS dengan TOEFL iBT?

Menurut saya sama saja, keduanya sama – sama menguji kemampuan bahasa kita. Namun memang terdapat perbedaannya. Pertama adalah TOEFL iBT dimanage oleh ETS sedangkan IELTS dikeluarkan oleh British Council, Cambridge dan IDP. Kedua, aksen yang dipakai oleh TOEFL lebih ke American English sedangkan IELTS lebih banyak British English (United Kingdom, Australia, Canada). Yang ketiga adalah IELTS masih memakai paper dan pensil serta speaking langsung dengan native speaker sedangkan TOEFL iBT memakai komputer seluruhnya. Yang terakhir, IELTS score mulai dari 0 – 9 sedangkan TOEFL iBT 0 – 120.

Apa bedanya TOEFL paper based (PBT), computer based (CBT), internet based (IBT) dan English Proficiency Test (EPT) / Institutional (ITP)?

Pada awalnya, TOEFL masih menggunakan paper based yang menggunakan pensil 2B dan menguji kemampuan listening, reading dan structure. Kemudian berkembang menjadi computer based yang menggunakan interactive software dan menguji listening, reading, structure dan writing. Dan sekarang berkembang lagi menjadi internet based seharga USD 190 yang menggunakan online computer dan menguji listening, writing, reading dan speaking. Saya sendiri belum pernah mengambil TOEFL iBT, silakan dicek langsung di website ETS nya.

EPT adalah TOEFL paper based yang dikeluarkan oleh Yayasan LIA, sedang ITP dikeluarkan oleh LBI FIB UI yang biasanya digunakan untuk mendaftar kuliah dan kerja di dalam negeri, range biayanya lumayan murah antara Rp 250,000 – Rp 500,000.

Jadi mending IELTS atau TOEFL iBT?

Tergantung, coba dicek ke universitas yang dituju, apakah mereka menerima TOEFL iBT, IELTS atau bisa keduanya. Yang perlu diperhatikan adalah minimum score yang diminta mereka. Sebagai contoh, universitas A meminta minimal overall IELTS score adalah 7, writing dan reading no less than 6, namun kita mendapat overall score adalah 7.5 tetapi writing kita masih 5.5 maka universitas akan mengeluarkan conditional offering letter sampai kita memberikan nilai IELTS terbaru lagi yang nilainya mencukupi, universitas kemudian mengeluarkan unconditional offering letter. Kemudian balik lagi ke masing-masing individu, lebih nyaman yang mana. Teman saya ada yang berkali-kali gagal mendapat nilai yang ditargetkan di IELTS, begitu mengambil TOEFL nilainya langsung bagus.

Bedanya IELTS Academic dengan General?

Bedanya adalah untuk apa IELTS tersebut diambil. Apabila ingin melanjutkan kuliah atau mendaftar beasiswa maka mengambil IELTS Academic. Sedangkan IELTS General diambil oleh mereka yang akan bermigrasi atau bekerja keluar negeri. Topik pada writing dan reading pada IELTS Academic lebih “akademis” seperti history, economics, biology, engineering dan sebagainya.

Wah kalau saya bukan dari jurusan Science dan ga ambil jurusan Science gak ngerti biology gitu-gitu, gimana dong?

Tenang, saya juga bukan hahaha yang diuji adalah kemampuan bahasa bukan soal materi nya. Tetapi mau gak mau kita harus mulai familiar dengan vocab yang dipakai pada topik apapun. Jadi biasakan membaca koran atau berita dalam bahasa inggris.

Gimana latihannya?

Sekarang ini sudah menjamur tempat-tempat untuk belajar IELTS. Pertama kali saya belajar IELTS di LBI FIB UI karena lokasinya di dalam kampus tempat saya kuliah dulu. Waktu itu hanya ada hari Sabtu mulai dari pagi hingga siang hari dan terdiri dari 1 tingkat saja. Buku yang dipakai adalah buku “Step Up to IELTS” dari Cambridge. Selain biaya kursusnya yang murah, disini diajarkan banget untuk scanning dan skimming untuk reading. Sayangnya, pengajarnya bukan native, pengajarannya lebih ke IELTS general daripada academic dan sekarang sudah ada empat tingkatan. Selain di Depok, LBI FIB UI ini ada juga di Salemba dan biayanya adalah Rp 1,650,000 per tingkat.

IMG_20170908_132110_HDR

Kemudian saya sempat mengambil five days workshop di IDP Pondok Indah. Biayanya lumayan mahal Rp 1,300,000 untuk lima hari. Karena waktu itu sambil bekerja di daerah Kuningan, agak capek juga setiap hari buru-buru untuk mengejar kelas ke Pondok Indah. Waktu selama lima hari pun menurut saya agak kurang bila kita benar-benar pemula di IELTS, jadi cocok bagi yang hanya ingin tahu tips dan tricks dari pengajar. Disini pengajarnya native dan diajarkan lebih ke speaking. Bukunya fotokopian tetapi saya punya soft file nya cuman saya lupa yang mana hahaha silakan cek jadwalnya disini : IELTS Workshop Test Schedule 2017 JAKARTA a

Tempat lain untuk belajar adalah di IALF Jakarta yang terletak di Jl. HR Rasuna Said Kuningan. Saya belum sempat belajar disini karena setiap saya mau daftar harus menunggu kuota, begitu saya telp lagi eh udah penuh hahaha enaknya disini pengajarnya native dan bisa menggunakan fasilitas perpustakaannya. Selain itu lokasinya mudah dijangkau oleh teman – teman yang bekerja di kawasan Kuningan. Biayanya lumayan mahal yaitu sekitar Rp 4,500,000 – Rp 5,300,000

Oia, ketiga tempat di atas selain menjadi tempat belajar, juga sebagai tempat yang menyelenggarakan ujian nya.

Wah ga bisa belajar sendiri?

Bisa banget! Karena ujung-ujungnya saya belajar sendiri dan menemukan cara belajar yang enak buat saya.

IMG_20170908_132129_HDR

Ini buku pertama yang saya beli dan menurut saya sangat membantu memahami bagaimana IELTS itu. Jadi saya sangat menyarankan untuk membeli buku ini terutama untuk pemula.

IMG_20170908_132149_HDR

Buku terbitan Barron’s ini jarang saya pakai, tapi vocabulary disini sangat susah sehingga bagus bagi mereka yang ingin meningkatkan vocabulary nya.

IMG_20170908_135228

Buku ini tebel banget hahaha tapi lumayan lah untuk latihan.

IMG_20170908_132245_HDR

Buku ini juga lumayan bagus, worth to buy.

Selain buku-buku diatas, saya amat sangat menyarankan untuk mendownload soal-soal dari Cambridge. Silakan langsung download soal – soal, mp3 dan lembar jawabannya di sini. Cobalah untuk belajar seperti mengerjakan soal di hari H dengan menggunakan timer. Untuk listening, jangan menggunakan headset, karena di hari H kalian akan mendengarkannya melalui speaker ruangan.

Very helpful website : ielts-simon.com

Apa aja yang diujikan dalam IELTS? Ada tipsnya ga?

LISTENING

Test pertama dalam IELTS adalah listening dimana kita akan diputarkan satu kali suatu rekaman melalui speaker. Total waktunya adalah 30 menit untuk mendengarkan dan menulis jawaban di question sheet, kemudian kita akan diberikan waktu 10 menit untuk mentransfer jawaban ke answer sheet dengan menggunakan pensil.

Test ini terdiri dari 4 section dimana section 1 adalah yang termudah sementara section 4 adalah yang tersulit. Di test ini, kalian akan diminta untuk melengkapi kalimat, formulir, tabel, menjodohkan informasi atau pilihan ganda dengan total 40 questions.

Section 1 adalah percakapan antara dua orang dengan latar kehidupan sosial sehari-hari seperti menanyakan arah, percakapan di biro perjalanan. Section 2 merupakan monolog dengan latar kehidupan sehari-hari seperti penyiar radio atau TV yang berbicara tentang makanan sehat, objek wisata atau pemandu tur yang sedang menerangkan sebuah museum. Section 3 merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dengan konteks pendidikan seperti diskusi mengenai suatu penelitian. Section 4 adalah monolog mengenai suatu topik akademis seperti dosen yang sedang menerangkan suatu pelajaran.

Gunakan waktu jeda untuk membaca pertanyaan selanjutnya dan gunakan 10 menit terakhir selain untuk memindahkan jawaban juga untuk mengecek spelling dan singular/plural.

listening

READING

Setelah listening selesai, kalian akan melanjutkan test selanjutnya yaitu reading. Kalian akan diberi waktu 60 menit untuk membaca 3 buah bacaan dengan total 40 questions tanpa transfer time, sehingga kalian langsung menuliskan jawaban di answer sheet memakai pensil. Contoh pertanyaan di bagian ini adalah melengkapi rangkuman, menjodohkan judul, multiple choice, melengkapi tabel / diagram / kalimat, memilih TRUE / FALSE / NOT GIVEN, sebab – akibat.

reading

WRITING

Task 1

Writing task 1 ini diberikan tugas untuk menuliskan minimal 150 kata yang menjelaskan sebuah chart, grafik, diagram dan lain – lain selama kurang lebih 20 menit. Gunakan 5 menit di paragraph pertama untuk introduction menjelaskan untuk apa grafik atau diagram tersebut. Kemudian, tulislah selama 5 menit untuk membuat overview atau summary di paragraph kedua, cukup dua kalimat tanpa specific number, jelaskan overall change. Nah untuk 10 menit terakhir digunakan untuk menuliskan detail pada dua paragraphs mengenai specific facts atau details. Saran saya, cari di ielts-simon.com contoh writing task 1 dengan tipe soal line graph, bar chart, pie, tabel, 2 different charts, 3 or more similar charts, process, comparison, life cycle, maps lalu print masing-masing, pelajari lah bagaimana cara menjawabnya.

Task 2

Dalam writing task 2, gunakan waktu 40 menit menuliskan sebuah essay yang menanggapi suatu masalah atau argument dengan minimal 250 kata untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Pertanyaannya bisa berupa agree – disagree, cause – effects, problem – solution, advantages – disadvantages dan opinion

SPEAKING

Yang terakhir adalah speaking dimana terdiri dari 3 sections. Section 1 membutuhkan waktu sekitar 4 – 5 menit dengan kurang lebih 5 – 6 pertanyaan tentang perkenalan diri atau informasi pribadi, answer fluently and quickly without hesitation. Section 2 membutuhkan waktu 1 menit persiapan dengan kertas dan pensil, 1 -2 menit monologue speaking tentang topik di kartu yang diberikan oleh penguji, 1 – 2 menit wrap up question. Pertanyaan di kartu bisa mendeskripsikan sebuah objek, orang, peristiwa, hobby, favourite book / movie / music. Section 3 membutuhkan waktu 4 – 5 menit bahasan lebih dalam, jawablah pertanyaan dengan jawaban panjang, tanpa mengulang dan teratur (in order), sebaiknya tambahkan contoh.

Gimana cara mendaftarnya? Berapa biayanya?

Kalian bisa mendaftar langsung di IALF Jakarta, LBI FIB UI, IDP Pondok Indah atau British Council. Atau kalian bisa mendaftar melalui online di website mereka. Di IDP, mereka mengenakan biaya USD 215 bisa melalui transfer atau credit card. Di IALF sebesar Rp 2,850,000 cash atau dengan kartu dan British Council mengenakan biaya Rp 2,900,000. Ketika kalian mendaftar, kalian diwajibkan memasukkan nomor passport atau KTP, nah KTP atau passport ini WAJIB dibawa dan harus BERLAKU pada saat hari ujian.

Ceritain sedikit dong pengalaman waktu test IELTS..

Pertama kali saya ikut IELTS itu di IDP Pondok Indah tabun 2013, namun untuk listening, reading dan writing di Raffles School Pondok Indah, sayangnya speakernya agar kurang oke, meja nya pun meja anak sekolah gitu. Pas speaking di IDP nya kebagian abis maghrib, jadi masih sempet pulang ke rumah dulu, tidur, bangun, mandi terus kesana lagi hahaha

Kemudian karena nilai sebelumnya belum mencapai target, saya retake di British Council, nah biasanya tempat ujiannya beda-beda nih. Waktu itu saya di Energy Building Sudirman, enak sih, speaker jelas, waktu speaking pun tidak terlalu jauh dari writing selesai, gak enaknya susah dapet tempat makan hahaha sekarang sih tempatnya beda lagi, kayaknya di Point Square yang sekarang ini

Di tahun ini saya daftar lagi karena yang sebelumnya sudah expired, kali ini saya daftar di IALF, disini enaknya dikasih tempat pensil transparan gratis lalu di lantai paling bawl ada Bakmi Naga buat kalian menunggu giliran speaking. Sayangnya musholla nya jauh dan sempit. Karena saya ujian di waktu weekdays, jadi lebih sedikit yang ikut sehingga waktu giliran speaking lebih cepat.

Saya sudah mendaftar nih, apa lagi ya yang perlu saya siapkan?

Yang pertama tentu saja latihan sebanyak-banyaknya, practice makes perfect. Selain itu istirahat dan jaga kesehatan, banyak loh yang nilainya jeblok gara-gara tidak fit pada hari H. Bawalah passport / KTP yang digunakan pada saat mendaftar di hari H. Test ini memakan waktu dari pagi hari hingga sore hari, sehingga jangan lupa sarapan sehat di rumah, kalau perlu bawa bekel untuk makan siang, jaga – jaga kalo tempat makan siangnya jauh sambil nunggu giliran speaking. Tidak perlu membawa tempat pensil dan jam tangan karena semua barang akan ditaro di locker. Bila ingin membawa minum, bawalah air putih dalam botol transparan (saya agak lupa ini boleh dibawa masuk atau tidak). Dan jangan lupa berdoa semoga tes nya berjalan lancar dan mendapat score sesuai target.

Saya sudah selesai ujian, bagaimana dengan hasilnya?

Test Report Form (TRF) dikeluarkan 13 hari kalender setelah ujian. Jadi apabila kita ujian hari Sabtu, maka hasilnya akan keluar di hari Jumat siang 13 hari kemudian. Kalian bisa mengecek score terlebih dahulu di sini. Setelah itu, kalian bisa mengambil original nya di tempat kalian mendaftar test dan kalian hanya diberikan satu saja, simpan baik – baik dan scan karena akan dibutuhkan bila mendaftar. Apabila kampus kalian meminta hasilnya dikirim langsung, kalian bisa meminta maksimal 5 additional TRF untuk dikirim langsung. Oia, TRF ini berlaku untuk 2 tahun. Bagi kalian yang ingin mengulang, tidak ada batasan maksimal berapa kali mengambil IELTS. Lalu tidak ada minimum waktu untuk mengambil IELTS selanjutnya, selama masih available ya bisa mendaftar.

 

Sekian sharing dari saya mengenai IELTS, semoga membantu dan semoga sukses yaa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s